[Ulasan Artikel Day 1 SONIC 2021]
Labdawan Putra Karsa-13620044
"What’s a suborbital flight? An aerospace engineer explains, oleh John M. Horack, The Ohio State University"
Tautan:
https://theconversation.com/whats-a-suborbital-flight-an-aerospace-engineer-explains-164279
What’s a suborbital flight? An aerospace engineer explains, adalah artikel karya John M. Horack, seorang profesor teknik mesin dan dirgantara Ohio State University, yang dipublikasikan pada laman The Conversation pada 10 Juli 2021. Artikel ini menjelaskan tentang makna dari penerbangan suborbital, ditinjau dari perspektif teknik dirgantara.
Artikel ini dimulai dari berita yang hangat pada saat artikel ini dipublikasikan, yaitu berita rencana penerbangan Sir Richard Branson menggunakan wahana Virgin Galactic VSS Unity, yang diluncurkan pada pesawat induk pada tanggal 11 Juli 2021, serta berita peluncuran wahana Blue Origin New Shepard milik Jeff Bezos pada tanggal 20 Juli 2021. Kedua penerbangan tersebut akan mengalami keadaan "tanpa berat" selama beberapa menit.
Menurut penulis, penerbangan suborbital merupakan penerbangan yang ketika wahana melewati batas ruang angkasa yang tidak dapat terdefinisikan dengan baik, wahana tidak cukup cepat untuk bertahan di ruang angkasa. Kecepatan yang perlu diraih untuk bertahan ini adalah pada kisaran 28000 km/jam. Bila kurang, secara kontinu, wahana akan jatuh ke bumi dan berada pada lintasan suborbital. Keberhasilan dalam penerbangan suborbital akan menjadi batu loncatan baru bagi umat manusia.
Dalam artikel ini, bentuk lintasan suborbital dijelaskan dengan melempar bola baseball ke atas. Semakin cepat kecepatan awal baseball, semakin lama bola tersebut di udara. Jika bola dilempar dengan sedikit mengarah ke samping, bola akan menempuh jarak mendatar. Misalkan, bola dilempar cukup cepat, sehingga mencapai ketinggian 97 km, yang merupakan ambang luar angkasa. Bola akan jatuh kembali ke bumi. Bola akan mengalami keadaan tanpa berat, seperti wahana suborbital tadi, namun belum bisa mengitari bumi.
Artikel ini berisikan hal-hal esensial yang diperlukan untuk memahami konsep penerbangan suborbital. John M. Horack mengantarkan pembaca terhadap berita aktual yang memang sedang terjadi, sehingga pembaca diharapkan dapat tertarik untuk menyelami topik tersebut; mengenai hal yang sedang terjadi.
Penulisan artikel dikemas secara singkat, padat, dan jelas, sehingga mudah dipahami oleh khalayak umum. Terdapat minimalisasi dalam penggunaan bahasa ilmiah yang hanya dipahami oleh baik orang-orang yang berkecimpung di dunia teknik dirgantara, maupun penggemar dirgantara. Selain itu, pada bagian akhir artikel, John M. Horack, menggunakan perumpamaan melempar bola baseball untuk mempermudah pemahaman lintasan suborbital. Hal ini menjadi nilai lebih karena orang awam relatif lebih mudah dalam memahami suatu konsep apabila terdapat perumpamaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel "What’s a suborbital flight? An aerospace engineer explains" oleh John M. Horack ini merupakan artikel yang singkat, padat, namun memuat intisari dari apa yang hendak dijelaskan pada konsep penerbangan suborbital. Dengan penyajian yang ada, artikel ini dapat dibaca oleh khalayak umum, tidak hanya penggemar topik teknik dirgantara, maupun orang-orang yang berkecimpung di teknik dirgantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar